Barangkali kisah ini boleh menjadi renungan bagi kita,
terutamanya yang ingin berumah tangga :
Alkisah, seorang pemuda miskin bernama Jamil, berasal dari Benut, Pontian. Keluarganya hanyalah keluarga sederhana.Tidaklah disebut miskin. Ayahnya sehari-hari bekerja sebagai tukang jahit dikampungnya. Karena kegigihannya, Jamil berjaya melanjutkan pelajaran hingga ke UTM walaupun dengan perbelanjaan seadanya.
Semasa semester 3 di kampus, Jamil jatuh hati pada seorang gadis bernama Ayu Sofea, juga sama-sama kuliah di fakulti yang sama. Ayu adalah putri seorang tokoh korporat ternama di daerah Johor Bahru dan juga masih keturunan diraja. Walaupun secara ekonomi, mereka jauh berbeza,namun itu tidak menghalang keduanya untuk saling mencintai.
Ayah Ayu yang mengetahui putrinya begitu mencintai pemuda dari keturunan biasa, tak mampu mencegah gelora cinta putrinya. Maka setelah keduanya lulus, pernikahan keduanyapun diselenggarakan dengan meriah. Pesta besar-besaran diadakan untuk mengiringi nikahan. Ayah Jamil yang tak punya banyak harta, hanya dapat memberikan bantuan sumbangan pakaian,langsir, sarung bantal, yang semuanya dibuat dan dijahit sendiri khas untuk pernikahan anaknya.
Bahagiakah Ayu bersanding dengan Jamil ??
bersambung………………………………..

No need to look friend as beautiful as Balqis if you no as great asSulaiman, why expect friend as handsome as Yusuf if affection no sincerely Zulaikha, no need to look firm friend Ibrahim if you no of equal strength Hajar and why wished friend completeness Muhammad if have evil to him, accepted the shortage as a uniqueness, search for good to him,and grateful because bring together and pray him of yours…














